0XVOkzIOMuVO2ISulfVeSoRy4XR0Z5HcQhXOZ6RK

Pertumbuhan Dan Perkembangan Tanaman

     

Hai, teman-teman. Hari ini kita akan mulai membahas pelajaran kelas $12$ awal yaitu pertumbuhan dan perkembangan. Pertama tama apa kalian tahu perbedaan pertumbuhan dan perkembangan?

Pertumbuhan berasal dari kata tumbuh yang artinya bertambah menjadi besar seiring perkembangan waktu. Jadi, pertumbuhan bisa diartikan sebagai berikut.

Definisi Pertumbuhan
Pertumbuhan adalah bertambahanya ukuran, bisa dari volume, massa, tinggi maupun bertambahnya jumlah sel dan pertumbuhan ini bersifat irreversibel atau tidak bisa di putar balik. Pada pertumbuhan, perubahannya bisa di ukur atau bersifat kuantitatif.
Contohnya, tanaman bertambah tingginya dan diameter batang batangnya mulai membesar. Daun daunnya pun mulai tumbuh banyak.

Lalu, perkembangan itu apa?

Definisi Perkembangan
Perkembangan bisa diartikan pendewasaan atau tingkat pematangan pada makhluk hidup
Contoh dari proses perkembangan ialah terbentuknya struktur dan fungsi organ-organ tubuh yang makin kompleks atau rumit dan proses ini tak bisa diukur/kualitatif. Contohnya, tanaman berbunga dan mulai menghasilkan biji maupun buah.

Pada tumbuhan itu sendiri, pertumbuhan dan perkembangan selalu diawali dengan perkecambahan biji (alat perkembangan generatif)


1. Kenapa biji bisa berkecambah?

Perkecambahan dari biji dipicu oleh adanya air. Proses pertama diawali dengan Imbibisi. Imbibisi ialah masuknya air kedalam biji dan memicu perkecambahan. Air masuk kedalam biji yang sedang dormansi (kondisi dimana biji inaktif karena keadaan lingkungan yang tidak memungkinkan untuk tumbuh, bisa karena perubahan suhu maupun lingkungan yang kering) dengan cara berdifusi maupun osmosis.

Air akan memacu embrio untuk memproduksi hormon giberelin. hormon ini akan mendorong terbentuknya enzim α-amilase, maltase, dan protease dari bagian aleuron  yang kemudian akan merombak cadangan makanan menjadi nutrisi yang berguna untuk pertumbuhan embrio. Embriopun memulai pembelahan mitosisnya yang menyebabkan pemanjangan meristem apikal pada  plumula dan radikula agar memanjang.


Testa: kulit benih

Radikula : bakal akar

Plumula : bakal daun dan batang

Kotiledon: bagian biji yang paling besar dan berisi cadangan makanan.

Tanaman monokotil, menyimpan cadangan makanannya dalam endosperm. Sedangkan dikotil di dalam kotiledon. Cadangan makanan ini berisi senyawa kompleks, yaitu karbohidrat, protein, dan lemak yang diperlukan biji untuk tumbuh sebelum bisa membuat makanannya sendiri atau sebelum tumbuhnya daun.


2. Jenis Tipe Perkecambahan

Sebelum itu, kalian harus mengenal yang namanya epikotil dan hipokotil terlebih dahulu. Epi artinnya atas, jadi epikotil ialah batang yang tumbuh diatas kotiledon. Sedangkan hipo artinya bawah, jadi hipokotil adalah batang yang dibawah kotiledon.

Tipe perkecambahan didasarkan pada letak kotiledonnya.

2.1. Epigeal

Jika kotiledon terangkat kepermukaan, disebut epigeal.
Cirinya:

  • Hipokotil lebih tinggi dari epikotil, karena batang bawahlah yg membuat kotiledon keangkat.
  • Biasannya terjadi pada biji yang berkeping dua
Contoh : kacang tanah,kacang hijau, kedelai, kacang panjang, dan lain-lain.

2.2 Hipogeal

Jika kotiledonnya masih didalam tanah, disebut hipogeal.

  • Epikotilnya lebih tinggi dari hipokotil, karena batang bagian atas yang memanjang meninggalkan batang bawah yang masih di tanah.
  • Biasanya terjadi pada biji berkeping satu
   Contoh: jagung, padi, kelapa,dll


3. Faktor-Faktor Pertumbuhan Pada Tanaman

Ada dua faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada tanaman.

3.1. Faktor Internal

In, berati dalam. Jadi faktor internal merupakan faktor yang berasal dari diri tanaman itu sendiri.  

3.1.1. Faktor Intraseluler

Faktor yang terdapat dalam sel tumbuhan. Gen sebagai pembawa kode genetik sangat mempengaruhi sifat dari tanaman. Gen adalah faktor pembawa sifat menurun yang terdapat di dalam sel makhluk hidup. Gen berpengaruh pada setiap struktur makhluk hidup dan juga perkembangannya, walaupun gen bukan satu-satunya faktor yang mempengaruhinya. Namun, sifat-sifat yang tampak pada makhluk hidup seperti bentuk tubuh, tinggi tubuh, warna mata, warna bulu pada hewan, warna bunga, penambahan ukuran, dan sebagainya dipengaruhi oleh gen yang dimilikinya. Masing-masing spesies, bahkan masing-masing individu memiliki gen untuk sifat tertentu.

3.1.2. Faktor Interseluler

Faktor yang dilepaskan oleh sel tumbuhan. Contonya hormon, Hormon adalah pembawa pesan kimiawi antar sel atau antar kelompok sel. Dalam pertumbuhan ini peran hormon ini sangatlah penting. Hormon pada tumbuhan disebut fitohormon. Contoh hormon tumbuh pada tumbuhan adalah:

1)    Hormon Auksin /AIA(Asam Indol Asetat/GA)

Auksin diproduk di bagian ujung kaleotip (titik tumbuh), ujung batang dan akar serta jaringan yang meristematis.

Fungsi: Berfungsi untuk memacu proses pemanjangan, pembelahan, dan diferensiasi sel.

Auksin dipengaruhi oleh gravitasi dan sinar matahari. Hormon auksin akan terkumpul dibawah apabila direbahkan. Hal ini mengakibatkan batang tanaman membengkok ke atas. Aktivitas auksin akan terhambat bila terkena sinar matahari. Hal inilah yang menyebabkan batang akan membelok ke arah datangnya cahaya, karena bagian yang tidak terkena cahaya pertumbuhannya lebih cepat daripada bagian yang terkena cahaya.

2)    Hormon giberellin/GA

Fungsi: Berperan pembentukan biji serta perkembangan dan perkecambahan embrio.

3)    Hormon etilen

Fungsi:berperan untuk pematangan buah dan perontokan daun.

4)    Hormon sitokinin

Fungsi: berperan untuk pembelahan sel atau sitokenesis, seperti merangsang pembentukan akar dan cabang tanaman.

5)    Asam absisat/ ABA

Fungsi: berperan untuk proses penuaan dan gugurnya daun.

6)    Asam Traumalin

Fungsi: berperan untuk regenerasi sel apabila mengalami kerusakan jaringan.

7)    Kalin

Fungsi: berperan untuk proses organogenesis tanaman.

Rizokalin merangsang pembentukan akar

Kaulokalin merangsang pembentukan batang

Filokalin merangsang pembentukan daun

Antokalin merangsang pembentukan bunga 

    3.2. Faktor Eksternal

Faktor ini berasal dari lingkungan tanaman tumbuh.

3.2.1. Air

Air merupakan senyawa yang sangat dibutuhkan oleh tanaman. Tanpa air, makhluk hidup tidak dapat bertahan hidup. Air merupakan tempat berlangsungnya reaksi-reaksi kimia di dalam tubuh. Air berfungsi untuk fotosintesis, memecah biji dari masa dormansi, mengangkut zat hara, sebagai medium reaksi enzim, penjaga kelembapan, dan lain-lain.

3.2.2. Cahaya

Cahaya sangat berperan dalam aktivitas fotosintesis. Cahaya juga mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanman. Cahaya bisa menghambat tumbuhan meninggi karena cahaya menguraikan hormon auksin.
Kelebihan : dapat merusak auksin sehingga menghambat pertumbuhan
Kekurangan : menyebabkan etiolasi. Keadaan dimana tanaman tumbuh ditempat gelap sehingga tidak mendapat sinar matahari. Hal ini membuat tanaman tumbuh memanjang sangat cepat karena hormon auksinnya tidak terganggu. Namun, batangnya kecil dan daunnya berwarna pucat karena klorofil tidak berkembang.

3.2.3. Kelembapan

Umumnya tanah dan udara sekitar yang lembab (airnya cukup) akan sangat baik atau cocok bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman, karena pada kondisi seperti itu tanaman menyerap banyak air dan penguapan (transpirasi) air semakin menurun, sehingga memungkinkan cepat terjadinya pembelahan dan pemanjangan sel-sel. Tetapi ada jenis tumbuhan pada proses pertumbuhan dan perkembangannya secara optimal justru berada pada kondisi tidak lembab atau kering. Contohnya, pohon mangga yang akan bertunas dan bersemi, bahkan berbuah pada saat musim kemarau yang kurang air.

3.2.4. Suhu

Agar pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan optimal, maka diperlukan adanya suhu ideal yang disebut temperatur optimum. Di Indonesia pada daerah tropis temperatur optimum tumbuhan berkisar antara $22^\circ\mathrm{C} - 37^\circ\ce{C}$, di daerah dingin temperatur optimumnya akan lebih rendah dan sebaliknya di daerah panas seperti padang pasir akan lebih tinggi . Apabila tumbuhan berada lebih rendah dari temperatur minimum atau lebih tinggi dari temperatur maksimum, maka tumbuhan tersebut akan mati.

3.2.5. Nutrisi / Nutrien

Nutrisi diperoleh dari lingkungan berupa unsur-unsur mineral. Makanan merupakan sumber energy dan sumber materi untuk mensintensis berbagai komponen sel.
Jika nutrisi kurang, akan menyebabkan defisiensi yang mengakibatkan pertumbuhan terhambat dan jika terus berlangsung akan menyebabkan kematian.

3.2.6. Oksigen

Oksigen merupakan salah satu makronutrisi yang diperlukan tumbuhan sebagai penyusun utama materi organik. Pada awal pertumbuhan tanaman, oksigen sangat diperlukan karena tumbuhan belum mempunyai organ yang lengkap. Saat tumbuhan dewasa dan organ tubuhnya sudah lengkap maka penggunaan oksigen menjadi berkurang. Tanaman selanjutnya akan menggunakan gas karbon dioksida untuk mendukung proses metabolismenya. Oksigen sendiri baru digunakan pada waktu tertentu seperti di malam hari untuk respirasi.

3.2.7. Ph

Ph sangat berdampak pada ketersediaan nutrisi dan daya serap tanaman terhadap nutrisi. Ph diatas $7,5$ mengurangi ketersediaan zat besi, Mg, tembaga, dan zinc. Ph dibawah $6$ akan menurunkan daya larut asam fofat, kalsium dan mg. Oleh karena itu, jika Ph tidak sesuai, tanaman bisa keracuan dan akhirnya mati.

4. Pola Pertumbuhan

Setelah perkecambahan, tumbuhan akan mengalami pola pertumbuhan. Ada $2$ jenis pertumbuhan

4.1. Pertumbuhan Primer

Pertumbuhan akibat meristem apikal/ primer yang menyebabkan tanaman tumbuh memanjang dan bertambah tingginya. Contohnnya, ujung akar dan ujung batang

4.2. Pertumbuhan Sekunder

Karena aktivitas pada meristem lateral/sekunder yang terus membelas secara mitosis menyebabkan tumbuhan tumbuh membesar dan bertambah lebar. Contohnya, kambium. Aktivitas meristem sekunder menyebabkan pembelahan kambium yang akan membentuk floem sekunder dan xylem sekunder sehingga diameternya melebar.pembelahan pada jaringan kambium ini menyebabkan pelebaran batang dan pembentukan lingkaran tahun (lingkaran konsentris akibat pertumbuhan sekunder yang tampak berlapis-lapis akibat pergantian keadaan lingkungan).


5. Grafik Pertumbuhan Tanaman

5.1. Fase Log

Pertumbuhan lambat, sel-sel yang membelah hanya sedikit.

5.2. Fase Eksponensial

Pertumbuhan mencapai maksimum, sel-sel aktif membelah.

5.3. Fase Stasioner

Pertumbuhan konstan, melambat hingga pertumbuhan menjadi terhenti atau nol, ukuran tumbuhan sudah tidak mengalami perubahan.

5.4. Fase Kematian

Tumbuhan mengalami penuaan dan nutrien semakin berkurang hingga mengalami kematian.

Yap cukup sekian pembahasan mengenai pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Ayo bertanya jika kalian masih bingung dan aku akan menjawabnya dengan senang hati 😃 Sampai bertemu di post berikutnya!
Nimba Ilmu
Tempat Belajar Bersama Paling Asyik

Postingan Terkait

Posting Komentar