0XVOkzIOMuVO2ISulfVeSoRy4XR0Z5HcQhXOZ6RK

Menyampaikan Ide Melalui Anekdot

 

Salam Bahasa Indonesia!

Hai guys! Bagaimana kabar kalian? Tetap semangat walau di rumah aja yaa.. Sobat Nimu, pernah tidak kalian menjumpai sebuah tulisan lucu/ humor namun sebenarnya merupakan sebuah sindiran atau kritikan? Biasanya teks tersebut acapkali ditampilkan di majalah, koran dan media lainnya. Tahukah kalian apa nama teks tersebut? Yap, sesuai dengan materi yang akan kita bahas kali ini, teks tersebut dinamai dengan teks anekdot. Sebelum itu, coba deh baca teks di bawah ini…

Apa? Gimana? Tadi bukannya pengemis itu minta-minta ya, kok endingnya malah dia bilang mau sedekah? Ngga salah sih ya, kan jatahnya pengemis dapat uang tiga ribu. Sah saja dong kalau ia sedekah uang dua ribu dengan memberi kembalian empat ribu pada pemuda itu. Haha, ada-ada saja yaa :D

Sebenarnya, dibalik unsur humor teks di atas, terdapat sebuah sindiran secara halus kepada orang-orang yang sering meminta kembalian dari uang yang diberikannya kepada pengemis. Sebuah kecerdasan dalam menangkap momen. Nah, cara untuk menyampaikan sebuah makna tersirat seperti teks di atas juga berlaku dalam anekdot.

Sampai sini, Sobat Nimu paham kan mengenai apa itu teks anekdot? Adakah gambaran kalian mengenai tujuan dan ciri-ciri teks ini? Oke deh, untuk lebih memantapkan materi, pelajarilah dengan baik pembahasan selanjutnya ya! Sebelum itu mari berdoa terlebih dahulu…


A. Pengertian Teks Anekdot

Pengertian
Teks Anekdot adalah cerita singkat, lucu, dan menarik yang memiliki tujuan untuk menyampaikan kritik melalui sindiran lucu terhadap kejadian nyata yang menyangkut orang-orang penting atau tokoh terkenal. 

Teks ini biasanya mengkritik dalam hal sosial, politik, layanan publik, dan lingkungan sekitar.

Sehingga, bisa kita katakan bahwa teks anekdot ini merupakan jenis teks fiksi yang dibuat berdasarkan kejadian di kehidupan nyata yang seringkali melibatkan tokoh terkenal, tentunya untuk memberikan kritikan atau sindiran dengan cara yang lebih halus. Hal ini, disebabkan oleh sifat dari teks anekdot itu sendiri, yaitu lucu sehingga orang yang dituju tidak sakit hati.

“Kok aku jarang ya, menemukan anekdot di media sosial?” Nah, seiring dengan perkembangan teknologi, anekdot bertebaran bisa dalam bentuk meme, cuplikan dialog lucu dalam postingan Instagram, twitter, dan lain sebagainya. 


B. Ciri-ciri Teks Anekdot

Teks anekdot memang memiliki banyak perbedaan dengan teks lainnya. Teks ini memiliki ciri-ciri yang khas sehingga mudah dibedakan. Berikut ini merupakan ciri-ciri teks anekdot yang perlu kalian ketahui agar semakin paham dengan materi kali ini.

1. Teks anekdot memiliki sifat lucu, menarik, menggelitik, serta berbau humor/mengandung lelucon namun tetap mempertahankan tujuan awalnya yaitu untuk menyindir.

Walaupun teks anekdot memiliki sifat yang humoris dan menggelitik, namun tetap saja teks ini harus mengandung unsur sindiran atau kritikan. Sehingga, ciri inilah yang membendakan antara teks ankedot dengan humor. Teks humor hanyalah sebuah teks lelucon yang berfungsi untuk hiburan semata.

2. Terselip kritikan di dalam cerita yang disajikan

Terkadang, memang sebuah kritikan tidak bisa disampaikan secara langsung karena dapat menyakiti perasaan orang yang dituju. Untuk itu pembuatan teks anekdot ini tak lain dan tak bukan adalah sebagai media kritikan dan sindiran terkait suatu isu dengan cara yang lebih halus dan bisa diterima oleh masyarakat.

3. Berupa teks yang mendekati perumpamaan

Teks anekdot ini merupakan sebuah teks fiksi yang dikarang berdasarkan kejadian pada kehidupan nyata. Sehingga, isi teksnya pun selalu bersangkutan dengan kejadian yang sering kita temui dalam kehidupan. Seperti teks dongeng, teks anekdot berisi khayalan yang ditambah dengan kisah-kisah nyata sebagai bentuk perumpamaan. 

4. Teks anekdot melibatkan tokoh-tokoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari atau juga orang penting.

Dengan melibatkan tokoh-tokoh penting, masyarakat umum akan mudah menerima apa sebenarnya maksud dari teks tersebut karena kejadian-kejadian tokoh penting itulah yang seringkali mereka temui dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, tentang kebijakan politik dari pemerintah, dan lain sebagainya. 


C. Unsur Kebahasaan Teks Anekdot

Apabila teks Anekdot memiliki ciri yang khas dibandingkan dengan yang lain, teks ini juga memiliki unsur kebahasaan yang khas. Meliputi,

1. Menggunakan kalimat yang menunjukkan masa lalu

Contohnya: Beberapa saat yang lalu, ada dua pengendara motor yang ditilang polisi.

2. Menggunakan kalimat retoris

Kalimat retoris adalah kalimat pertanyaan yang sebenarnya tidak membutuhkan jawaban. Karena jawaban atau maksud si penanya sudah terkandung dalam pertanyaan tersebut.

3. Menggunakan konjungsi (kata penghubung) 

Konjungsi yang dimaksud disini adalah yang menyatakan hubungan waktu seperti setelah itu, kemudian, lalu.

4. Menggunakan kata kerja aksi

Kata kerja aksi disini seperti memakan, merobek, membaca, dll

5. Menggunakan kalimat perintah

Kalimat perintah merupakan suatu kalimat yang bertujuan untuk memberi perintah kepada orang lain. Dengan kata lain, kalimat ini bermakna memerintah seseorang untuk melakukan sesuatu yang kita kehendaki.

6. Menggunakan kalimat seru.

Lalu, apa bedanya kalimat seruan dengan kalimat perintah? Kalimat seruan merupakan suatu kalimat yang bertujuan untuk mengungkapkan ekspresi dalam diri seseorang, berupa kekaguman, kemarahan, kekecewaan, kesedihan dan lain sebagainya.

Contohnya: “maaf, aku lupa!”

7. Penggunaan kalimat langsung (khusus untuk anekdot yang disajikan dalam bentuk dialog)


D. Struktur Teks Anekdot


1. Abstraksi

Struktur ini merupakan bagian awal dari teks anekdot yang bersifat opsional, sehingga boleh dituliskan maupun tidak. Abstraksi berfungsi untuk memberikan gambaran secara umum mengenai isi dari teks anekdot yang disampaikan, sehingga pembaca bisa membayangkannya. 

2. Orientasi

merupakan awal kejadian dalam cerita. Biasanya berisi penjelasan latar belakang mengapa peristiwa dalam cerita tersebut dapat terjadi.

3. Krisis

Nah, untuk struktur yang ketiga ini, merupakan bagian yang menjelaskan tentang pokok permasalahan serta bertujuan untuk menghibur. Bahkan biasanya permasalahan tersebut terjadi dan dialami penulisnya sendiri.

4. Reaksi

Reaksi berhubungan erat dengan krisis. Struktur ini berisi penyelesaian masalah yang timbul pada bagian krisis. Nah, bagian ini merupakan cara penyelesaian untuk melengkapi masalah yang telah dihadapi dalam cerita.

5. Koda

Koda merupakan bagian akhir dari teks anekdot yang berisi simpulan atas kejadian yang dialami penulis atau orang yang dituju. Biasanya dalam teks anekdot yang disajikan dalam bentuk dialog, koda ini bisa berupa tindakan karakter dalam cerita yang tidak diungkapkan.

Contohnya, Polisi: (hanya bisa pasrah tak berdaya).

E. Tujuan Teks Anekdot

Sobat Nimu, seperti yang telah dijelaskan tadi, teks anekdot merupakan suatu cerita lucu yang bertujuan untuk memberi kritik melalui sindiran lucu. Namun, selain itu teks anekdot juga tetap mempertahankan fungsi leluconnya untuk memberi hiburan dan membangkitkan tawa dari pembaca.


F. Persamaan serta Perbedaan Teks Anekdot dengan Teks Humor

Menurut KBBI, anekdot adalah cerita singkat yang menarik karena lucu dan mengesankan, biasanya mengenai orang penting atau terkenal dan berdasarkan kejadian yang sebenarnya.

Sedangkan menurut KBBI, humor merupakan sesuatu yang menggelikan hati; kejenakaan; kelucuan.

Sehingga, dapat kita simpulkan bahwa persamaan teks anekdot dan humor adalah sama sama mengandung humor, bersifat menggelitik dan memberi hiburan. Secara garis besar, perbedaan keduanya terdapat pada tujuan teks tersebut dibuat. Anekdot dibuat dengan tujuan untuk memberikan kritik melalui sindiran lucu, sedangkan humor dibuat hanya untuk menghibur, dan tidak ada pesan tersirat yang disampaikan kepada pembaca.

Perbedaan anekdot dan humor dapat dilihat dari aspek isi, fungsi komunikasi, makna tersirat, dan ide cerita. Perhatikan tabel berikut! 

ASPEK PEMBEDA ANEKDOT HUMOR
Isi Peristiwa yang menyangkut tokoh-tokoh terkenal atau orang penting. Masalah dalam kehidupan sehari-hari tanpa ada tokoh yang dituju (lebih bersifat umum)
Fungsi Komunikasi Menyampaikan kritik melalui sindiran lucu Sebatas menghibur pembaca
Makna Tersirat Terdapat makna tersirat Murni untuk hiburan tanpa adanya pesan tersirat untuk pembaca
Bentuk Dibatasi oleh struktur Bentuknya bersifat lebih bebas
Ide Cerita Cerita fiksi yang berdasarkan peristiwa/kejadian nyata Hanya imajinasi semata/rekaan pengarang

Nimba Ilmu
Tempat Belajar Bersama Paling Asyik

Postingan Terkait

Posting Komentar