0XVOkzIOMuVO2ISulfVeSoRy4XR0Z5HcQhXOZ6RK

Mengembangkan Pendapat Dalam Teks Eksposisi

Salam Bahasa Indonesia!

Hai Sobat Nimu! Yuk kembali lagi belajar Bahasa Indonesia! Kali ini, kita akan membahas materi KEDUA pada pelajaran Bahasa Indonesia di kelas 10 semester pertama. Ada yang tahu? Yups.... Kita akan belajar tentang TEKS EKSPOSISI

Sobat Nimu, pasti kalian sering membaca surat kabar, majalah, atau artikel di media cetak atau di media elektronik. Ternyata informasi yang sering kalian baca tersebut termasuk ke dalam teks eksposisi, lho. Lalu apa sih teks eksposisi itu? Apa ciri-cirinya? Baik, langsung saja simak penjelasan berikut ini. Jangan lupa berdoa terlebih dahulu yaaaa 


1. Pengertian Teks Eksposisi

Pengertian
Teks eksposisi adalah sebuah teks/karangan yang mengandung informasi dan pengetahuan yang dimuat secara singkat, padat, dan jelas. 

Ada juga pendapat yang menyatakan bahwa teks eksposisi adalah jenis atau ragam teks yang memiliki fungsi untuk menyampaikan gagasan-gagasan berupa pemikiran tentang suatu topik. Paragraf eksposisi ini bersifat Ilmiah atau dapat dikatakan non fiksi. Untuk memperjelas uraian, juga dapat dilengkapi dengan grafik, gambar atau statistik. 


2. Tujuan Teks Eksposisi

Tujuan
Tujuan teks eksposisi adalah untuk menjelaskan informasi tertentu agar bisa menambah ilmu pengetahuan pembaca, sehingga dengan membaca teks ini maka pembaca akan mendapatkan pengetahuan secara rinci dari suatu hal atau kejadian.

3. Ciri-Ciri Teks Eksposisi

Pernah tidak, sobat Nimu sering keliru membedakan suatu bacaan? “Kira-kira ini jenis teks apa sih?” Nah, untuk itu sangat perlu untuk mengetahui apa saja ciri-ciri dari teks eksposisi. Baca dengan seksama yaa 

  • Singkat, padat, dan akurat

  • Gaya informasi yang mengajak.

  • Penyampaian teksnya secara lugas dan menggunakan bahasa yang baku.

  • Menjelaskan informasi-informasi pengetahuan.

  • Tidak memihak, berarti tidak memaksakan kemauan dari penulis terhadap pembacanya.

  • Teks eksposisi bersifat objektif dan netral.

  • Penjelasannya disertai data-data yang akurat.

  • Fakta digunakan sebagai alat konkritasi dan kontribusi.

  • Umumnya menjawab pertanyaan apa, siapa, kapan, di mana, mengapa, bagaimana


4. Struktur Teks Eksposisi

Berikut ini, 3 struktur teks eksposisi yang wajib banget kita ketahui!

a. Tesis atau Pernyataan Pendapat

Struktur ini terdapat pada paragraf pertama dalam teks eksposisi. Tesis atau pernyataan pendapat berisi pengenalan isu, masalah ataupun pandangan penulis secara umum tentang topik yang akan dibahas. Selain untuk memperkenalkan topik, bagian ini juga berfungsi untuk menempatkan pembaca pada posisi tertentu, apakah pro atau kontra.

b. Argumentasi

Argumentasi merupakan unsur penjelas untuk mendukung tesis yang disampaikan. Argumentasi dapat berupa alasan logis, data hasil temuan, fakta-fakta, bahkan pernyataan para ahli. Argumen yang baik harus mampu mendukung pendapat yang disampaikan penulis atau pembicara.

c. Penegasan Ulang

Penegasan ulang bertujuan untuk menegaskan pendapat awal serta menambah rekomendasi atau saran terhadap permasalahan yang diangkat 


5. Jenis-jenis Teks Eksposisi

Sobat Nimu, berdasarkan pengembangan paragraf, teks eksposisi terbagi menjadi beberapa bagian sebagai berikut:

a. Eksposisi Definisi

Nah, ekpsosisi ini menjelaskan definisi suatu topik tertentu, yaitu memberi penjelasan dengan batasan makna. Perhatikan contoh teks di bawah ini.

Sampah diartikan sebagai material sisa yang tidak diinginkan di akhir suatu proses baik itu aktivitas manusia maupun dalam proses alam. Biasanya yang paling sering dijumpai adalah sampah padat. Sampah padat ini dibagi menjadi dua jenis yaitu sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik ciri khasnya yaitu bisa diuraikan oleh bakteri sedangkan sampah anorganik yang tidak dapat diuraikan bakteri.

b. Eksposisi Proses

Eksposisi yang memaparkan langkah-langkah atau cara melakukan sesuatu atau dalam pembuatan hal tertentu. Simak contoh di bawah ini.

Beberapa orang mematikan rice cooker setelah matang agar nasinya tidak terlalu kering. Tapi beberapa orang terkendala dengan ketakutan akan basi. Berikut ini cara agar nasi kembali tidak basi. Pertama, siapkan tempat mengukus. Pastikan kering, dan bersih. Kedua, isi bagian bawah dengan air dan garam, dan isi bagian atas dengan nasi. Ketiga, rebus selama ± 15 menit, aduk agar nasi sedikit memisah dan tidak menggumpal. Nasi bisa dimakan kembali

c. Eksposisi Ilustrasi

Eksposisi ini bertujuan untuk memberikan gambaran atas suatu ide nyata agar pembaca dapat memahami dengan baik. Penggambaran ini melihat kesamaan sifat dari topik yang satu ke topik yang lain dengan ciri-ciri biasanya terdapat konjungsi seperti atau bagaikan , dan nomina ibarat. Contohnya adalah:

Sampai hari ke-8, bantuan untuk para korban gempa Yogyakarta belum merata. Hal ini terlihat di beberapa wilayah Bantul dan Jetis. Misalnya, di Desa Piyungan. Sampai saat ini, warga Desa Piyungan hanya makan singkong. Mereka mengambilnya dari beberapa kebun warga. Jika ada warga yang makan nasi, itu adalah sisa-sisa beras yang mereka kumpulkan di balik reruntuhan bangunan. Kondisi seperti ini menunjukkan bahwa bantuan pemerintah kurang merata.

d. Eksposisi Pertentangan

Eksposisi ini berisi topik yang dijelaskan dari sisi kontradiksi, yang biasanya berhubungan dengan topik yang lain. Ciri-ciri eksposisi pertentangan terletak dari penggunaan konjungsi intrakalimat, seperti tetapi dan sedangkan, ataupun konjungsi antarkalimat, seperti akan tetapi, meskipun demikian, namun, sebaliknya. Perhatikan contoh di bawah ini.

Terdapat keunikan yang sangat menarik dari planet Merkurius. Lama rotasi dan revolusi planet ini berbanding terbalik.  Untuk berevolusi mengitari matahari, Merkurius membutuhkan waktu selama 88 hari. Sebaliknya, untuk berputar pada porosnya, 59 hari adalah waktu yang dibutuhkan oleh planet Merkurius. Perbedaannya sangat mencolok dengan bumi yang hanya membutuhkan waktu 1 hari.

e. Eksposisi Perbandingan

Membandingkan antara satu dengan yang lain menjadi ciri dari teks eksposisi ini. Dengan cara demikian, pembahasan suatu persoalan akan lebih jelas daripada hanya dengan berfokus pada persoalan itu sendiri. Contohnya adalah,

Pemerintah telah menyediakan listrik dengan tarif murah. Setiap orang dapat menjadi pelanggan listrik dengan tidak banyak mengeluarkan biaya. Sementara itu, petromaks memerlukan perawatan yang lebih cermat dan banyak menggunakan bahan bakar bila dibandingkan dengan sebuah tenaga pembangkit listrik. Petromaks hanya dapat menghasilkan sebuah sumber terang dan hanya bermanfaat untuk penerangan. Dengan sebuah pembangkit tenaga listrik dapat dihasilkan ribuan, bahkan jutaan watt listrik’ dan bukan hanya dipergunakan untuk penerangan, tetapi juga untuk keperluan-keperluan lain. Listrik terdapat di kota-kota. Petromaks biasanya dipergunakan di tempat-tempat yang tidak ada listrik atau di desa-desa.

f. Eksposisi Klasifikasi

Eksposisi ini berfungsi untuk mengelompokkan atau membagi sesuatu ke dalam golongan tertentu. Terdapat dua pola: menyeragamkan ke dalam satu kelompok atau memisahkan ke kelompok lain. Oleh karena itu, dalam membuat teks eksposisi ini dibutuhkan dasar pengklasifikasian yang jelas. Agar lebih paham, baca contoh di bawah ini.

Jurusan sastra Indonesia di Universitas Indonesia terbagi menjadi tiga: linguistik, sastra, dan filologi. Meskipun ketiganya sama-sama mempelajari bahasa Indonesia, perbedaan terletak dari penggolongan minat para mahasiswa. Linguistik menjadi peminatan bagi mahasiswa yang fokus terhadap ilmu tata bahasa. Sementara itu, mahasiswa, yang menaruh perhatian utama pada seni yang mediumnya bahasa, menempatkan sastra sebagai peminatan. Filologi dikhususkan untuk para mahasiswa yang ingin menelusuri bahasa Indonesia klasik yang dipelajari dari naskah-naskah kuno.

g. Eksposisi Berita

Ekposisi ini berisi informasi yang biasanya terdapat pada media massa yang bersifat aktual dan faktual. Informasi yang diangkat berupa peristiwa-peristiwa tertentu. Simak contoh berikut.

Para pedagang daging sapi di pasar-pasar tradisional mengeluhkan dampak pemberitaan mengenai impor daging ilegal. Sebab, hampir seminggu terakhir mereka kehilangan pembeli sampai 70 persen. Sebaliknya, permintaan terhadap daging ayam dan telur kini melejit sehingga harganya meningkat.

h. Eksposisi Analisis

Eksposisi ini berisi pengamatan yang mendalam lalu pada bagian argumentasi dibahas secara bertahap. Contohnya adalah sebagai berikut.

Saya meyakini bahwa adanya berbagai lembaga bimbingan belajar merupakan bentuk dari gagalnya sistem pendidikan di Indonesia. Hal ini bukanlah tanpa alasan. Pertama, tak sedikit peserta didik yang kalah bersaing dengan para peserta didik lain yang mengikuti bimbel yang dilihat dari segi nilai pada tiap-tiap mata pelajaran yang diampuh.


6. Unsur Kebahasaan Teks Eksposisi

a. Pronomina

Pronomina atau kata ganti adalah jenis kata yang menggantikan nomina atau frasa nomina. Pronomina dapat diklasifikasikan menjadi dua macam yaitu pronomina persona dan pronomina nonpersona.

  • Pronomina Persona (kata ganti orang) yaitu Persona Tunggal. Contohnya seperti ia, dia, anda, kamu, aku, saudara, -nya, -mu, -ku, si-, dan Persona Jamak Contohnya seperti kita, kami, kalian, mereka, hadirin, para

  • Nonpersona (kata ganti bukan orang) yaitu Pronomina Penunjuk contohnya seperti ini, itu, sini, situ, sana. dan pronomina penanya contohnya seperti apa, mana, siapa.

b. Nomina dan Verba

  • Nomina (kata benda)

    Merupakan kata yang mengacu pada benda, baik nyata maupun abstrak. Dalam kalimat berkedudukan sebagai subjek. Dilihat dari bentuk dan maknanya ada yang berbentuk nomina dasar maupun nomina turunan. Nomina dasar contohnya gambar, meja, rumah, pisau. Nomina turunan contohnya perbuatan, pembelian, kekuatan, dll.

  • Verba (kata kerja)

    Merupakan kata yang mengandung makna dasar perbuatan, proses, atau keadaan yang bukan sifat. Dalam kalimat biasanya  berfungsi sebagai predikat.

c. Konjungsi

konjungsi dapat digunakan dalam teks eksposisi untuk memperkuat argumentasi. Contohnya pada kata “kenyataannya”, “kemudian”, dan “lebih lanjut”. 

d. Memakai kata leksikal tertentu (kata yang mengacu pada kamus)

Leksikal adalah salah satu jenis kata yang menunjukkan nomina kata benda, verba kata kerja, adjektiva kata sifat, dan kata keterangan adverbia. Nomina atau kata benda adalah kelas kata dari nama seseorang, tempat, atau semua benda dan segala yang dibendakan, misalnya kebersihan, peraturan, papan tulis, penandatanganan, dsb. Verba adalah kelas kata yang menyatakan suatu perbuatan, keberadaan, atau pekerjaan, misalnya bernapas, melompat, menyatakan, mengemukakan, dsb. Adjektiva adalah kata yang menerangkan keadaan atau sifat, misalnya baik hati, suci, bersih, dan sebagainya.


7. Contoh Teks Eksposisi 

Pisang dan Manfaatnya Untuk Kesehatan


Pernyataan Pendapat (Tesis)

Pisang adalah buah yang berbentuk lonjong panjang meruncing pada ujungnya dengan warna kuning terang. Buah pisang mengandung banyak khasiat sehingga sangat baik bagi kesehatan manusia.

Kandungan vitamin dan mineral dalam buah pisang di antaranya viramin A, B6, B, C, fosfor, kalium, magnesium, besi, kalsium dan karbohidrat. Selain buahnya, ternyata daun, jantung, kulit, hati dan bonggol pisang juga memiliki manfaat untuk kesehatan.

Argumentasi

Masyarakat di pedesaan biasanya memanfaatkan jantung pisang yang sudah dipotong dari pohonnya untuk dimasak. Ini merupakan kebiasaan turun temurun. Jantung pohon pisang ternyata mengandung kandungan flavonoid yang dapat menangkal radikal bebas pemicu kanker. Di dalamnya terdapat kandungan zat besi, mineral, fosfor, serat, protein, vitamin B1 dan C. Kandungan tersebut juga bermanfaat untuk mencegah stroke, diabetes, gondok, anemia dan juga bisa menurunkan kadar kolesterol.

Sementara itu, daun pisang mengandung zat polifenol yang bisa berperan sebagai antioksidan. Kandungan antioksidan bisa berfungsi menangkal radikal bebas. Biasanya masyarakat memanfaatkan daun pisang sebagai alat pembungkus makanan seperti tempe. Hal tersebut akan membuat makanan yang dibungkus daun pisang dapat ikut menyerap kandungan yang ada di dalamnya.

Penegasan Ulang

Baik dengan mengonsumsi buahnya secara langsung maupun dengan melalui proses pengolahan terlebih dahulu. Ternyata pisang memiliki segudang manfaat untuk kesehatan kita.

Dengan mengetahui aneka ragam manfaat buah pisang dan cara pengolahannya, masyarakat dapat memanfaatkannya dengan efektif baik untuk keperluan pribadi maupun untuk ladang usaha.


Itulah tadi penjelasan-penjelasan mengenai teks eksposisi. Bagaimana sobat Nimu, sudah paham kan? Tetap pantengin terus Nimba Ilmu untuk memperoleh banyak informasi seputar pendidikan. Sekian dan semoga bermanfaat.

Salam Bahasa Indonesia!

Nimba Ilmu
Tempat Belajar Bersama Paling Asyik

Postingan Terkait

Posting Komentar