0XVOkzIOMuVO2ISulfVeSoRy4XR0Z5HcQhXOZ6RK

Alkena

Hai, di pembahasan sebelumnya kita telah belajar mengenai Alkana nih, Sobat Nimu! Nah, setelah alkana, sekarang ada senyawa Alkena. Apasih senyawa alkena itu? Yuk langsung aja kita bahas!

Jika kamu menemukan tulisan-tulisan aneh seperti ada tulisan dollar ($), \ce, \Longrightarrow, \rightarrow, dan lain-lain, harap ditunggu sebentar ya hehe... Karena rumus matematika masih loading... Jika masih tetap, tuliskan saja di kolom komentar. Dan ketika muncul tulisan [Math Processing Error], kamu harus refresh halamanmu oke! Dan jangan lupa jika kamu menemukan tabel dan ingin membacanya, kamu disarankan mengubah posisi HP mu menjadi landscape

Alkena merupakan hidrokarbon tak jenuh yang mempunyai ikatan rangkap dua $\ce{C = C}$. Suku alkena yang paling kecil terdiri dari dua atom $\ce{C}$, yaitu etena ($\ce{H_2C = CH_2}$). Dalam rantai karbon alkena terdapat satu ikatan rangkap dua dan memiliki rumus umum sebagai berikut.

Rumus Senyawa Alkena
Senyawa alkena dirumuskan dengan $\ce{C_{n}H_{2n}}$.

Alkena termasuk senyawa hidrokarbon tidak jenuh. Alkena basa dikenal dengan istilah olefin. Istilah ini berasal dari kata olefiant gas yang artinya gas yang membentuk minyak. Sebutan ini didapat karena alkena paling sederhana yaitu $\ce{C_2H_4}$ mampu bereaksi dengan klorin menghasilkan $\ce{C_2H_4Cl_2}$ yang berwujud seperti minyak.


1. Tata Nama Alkena

Nama alkena sesuai diambil dari nama alkana dengan mengganti akhiran –ana menjadi –ena. Perhatikan tabel di bawah ini.

Suku Nama Struktur Rumus
2 Etena $\ce{H_2C \bond{=} CH_2}$ $\ce{C_2H_4}$
3 Propena $\ce{H_2C\bond{=}CH \bond{-} CH_3}$ $\ce{C_3H_6}$
4 1-Butena $\ce{H_2C\bond{=}CH\bond{-}CH_2\bond{-}CH_3}$ $\ce{C_4H_{8}}$
5 1-Pentena $\ce{H_2C\bond{=}CH\bond{-}(CH_2)_2\bond{-}CH_3}$ $\ce{C_5H_{10}}$
6 1-Heksena $\ce{H_2C\bond{=}CH\bond{-}(CH_2)_3-CH_3}$ $\ce{C_6H_{12}}$
7 1-Heptena $\ce{H_2C\bond{=}CH\bond{-}(CH_2)_4\bond{-}CH_3}$ $\ce{C_7H_{14}}$
8 1-Oktena $\ce{H_2C\bond{=}CH\bond{-}(CH_2)_5\bond{-}CH_3}$ $\ce{C_8H_{16}}$
9 Oktana $\ce{H_2C\bond{=}CH\bond{-}(CH_2)_6\bond{-}CH_3}$ $\ce{C_9H_{18}}$
10 Nonana $\ce{H_2C\bond{=}CH\bond{-}(CH_2)_7\bond{-}CH_3}$ $\ce{C_{10}H_{20}}$

Aturan pemberian nama alkena adalah sebagai berikut.

1.1. Penentuan Rantai Utama

Rantai utama adalah rantai terpanjang yang meliputi ikatan rangkap dua.

$4$-metil-$4$-propil-$2$-oktena

Rantai utama dipilih seperti rantai yang diarsir, meskipun ada rantai yang lebih panjang, karena rantai yang diarsir itulah rantai terpanjang yang meliputi ikatan rangkap dua. Sedangkan rantai yang lebih panjang tidak meliputi ikatan rangkap dua.

1.2. Penentuan Rantai Utama

Atom $\ce{C}$ rantai utama diberi nomor dimulai dari ujung rantai yang paling dekat dengan ikatan rangkap dua. Jika nomor ikatan rangkap dimulai dari kiri dan kanan sama, prioritas penomorannya mengikuti penomoran seperti pada alkana.

$2$-pentena

1.3. Penulisan Nama

Penulisan nama dituliskan dengan urutan sebagai berikut.
\[\text{Nomor cabang}\to \text{Nama cabang}\to \text{Nomor ikatan rangkap}\to \text{Nama rantai utama}\] Nama cabang ditulis dengan nama alkil sesuai jumlah atom $\ce{C}$. Nomor ikatan rangkap dituliskan nomor atom $\ce{C}$ berikatan rangkap yang kecil. Nama rantai utama dituliskan dengan nama deret homolog alkena yang sesuai dengan jumlah atom $\ce{C}$-nya.
$3$-etil-$5$-metil-$1$-heksena

1.4. Alkena Dengan Lebih Satu Ikatan Rangkap

Jika alkena memiliki lebih dari satu ikatan rangkap, namanya diberi tambahan diena (untuk dua ikatan rangkap) atau triena (untuk tiga ikatan rangkap).

$1,3$-pentadiena

$3$-etil-$1,3,5$-heksatriena

1.5. Nama Trivial

Selain nama IUPAC, pada alkena juga dikenal nama trivial, misalnya etena = etilena, propena = propilena.

Contoh Soal.

Namailah senyawa di bawah ini sesuai dengan aturan penamaan yang benar!
Nama dari struktur senyawa di atas yang tepat adalah $2$-pentena. Hal ini dikarenakan jumlah atom $\ce{C}$ ada $5$, dan ikatan rangkap $2$ berada di atom $\ce{C}$ nomor 2, sehingga dinamakan $2$-pentena. Kita menentukan prioritas penomorannya dari kiri seperti pada gambar di bawah ini.
Namailah senyawa di bawah ini sesuai dengan aturan penamaan yang benar!
Nama dari struktur senyawa di atas yang tepat adalah $3$-metil-$1$-pentena Hal ini dikarenakan rantai utama memiliki atom $\ce{C}$ yang berjumlah $5$, sehingga disebut pentena. Kemudian ikatan rangkap berada di atom $\ce{C}$ nomor $1$ ($1$-pentena) karena kita menentukan prioritasnya dari kanan bawah. Kemudian ada cabang berupa metil di atom $\ce{C}$ nomor $3$. Hal selengkapnya dapat dilihat seperti gambar di bawah ini.
Namailah senyawa di bawah ini sesuai dengan aturan penamaan yang benar!
Nama dari struktur senyawa di atas yang tepat adalah $2$-metil-$1,3$-butadiena Hal ini dikarenakan rantai utama memiliki atom $\ce{C}$ yang berjumlah $4$, sehingga disebut buta- . Kemudian ikatan rangkap berada di atom $\ce{C}$ nomor $1$ dan $3$, ingat kalau ikatan rangkap ada $2$ maka ditambah dengan di- diawalannya ($1,3$-butadiena) karena kita menentukan prioritasnya dari bawah. Kemudian ada cabang berupa metil di atom $\ce{C}$ nomor $2$. Hal selengkapnya dapat dilihat seperti gambar di bawah ini.
Namailah senyawa di bawah ini sesuai dengan aturan penamaan yang benar!
Nama dari struktur senyawa di atas yang tepat adalah $2,4$-heksadiena. Hal ini dikarenakan rantai utama memiliki atom $\ce{C}$ yang berjumlah $6$, sehingga disebut heksa- . Kemudian ikatan rangkap berada di atom $\ce{C}$ nomor $2$ dan $4$, ingat kalau ikatan rangkap ada $2$ maka ditambah dengan di- diawalannya ($2,4$-heksadiena). Kita dapat menentukan prioritas rantainya dari kiri maupun dari kanan, karena simetris. Pada senyawa di atas tidak ada cabang, namun hanya berupa rantai lurus. Hal selengkapnya dapat dilihat seperti gambar di bawah ini.
atau bisa juga

2. Isomer Alkena

Alkena paling rendah yang memiliki isomer yaitu butena ($\ce{C_4H_8}$). Isomer Alkena dibedakan menjadi tiga, yaitu sebagai berikut.

2.1. Isomer Posisi

Isomer posisi adalah senyawa-senyawa dengan rumus molekul sama, namun memiliki letak ikatan rangkap dua yang berbeda.

$1$-butena
$2$-butena

2.2. Isomer Rangka

Isomer rangka terjadi jika dua atau lebih senyawa alkena mempunyai rumus molekul sama, tetapi rumus struktur (letak gugus cabang) berbeda.

$1$-butena

$2$-metil-$1$-propena

2.3. Isomer Geometri atau Isomer Ruang (cis-trans)

Isomer geometri adalah isomer yang menjadikan ikatan rangkap sebagai sumbu atau keisomeran yang terjadi karena perbedaan orientasi gugus-gugus di sekitar $\ce{C}$ ikatan rangkap. Syarat terjadinya isomer geometri adalah apabila masing-masing atom karbon yang berikatan rangkap mengikat $2$ atom atau $2$ gugus yang berbeda, sehingga jika atom atau gugus yang diikat tersebut bertukar tempat, maka strukturnya akan menjadi berbeda.

Isomer cis terjadi jika gugus-gugus alkil atau atom yang sama pada atom $\ce{C}$ ikatan rangkap terletak pada sisi yang sama.

cis-$2$-butena

Isomer trans terjadi jika gugus-gugus alkil atau atom yang sama pada atom $\ce{C}$ ikatan rangkap dua terletak pada sisi yang bersebrangan.

trans-$2$-butena

Trik Mudah Menentukan Isomer Cis atau Trans

Pertama. Kita bagi dahulu rantai karbon menjadi dua bagian pada ikatan rangkapnya.



Kedua. Tentukan prioritas pada masing masing sisi dengan cara mencari Massa Molekul Relatif (Mr) yang lebih besar.

Pada gambar di atas, di sisi kiri, yang lebih prioritas adalah $\ce{CH_3}$ (terletak di bawah) daripada $\ce{H}$, dikarenakan Mr $\ce{CH_3}$ lebih besar.

Di sisi kanan, yang lebih prioritas adalah $\ce{CH_3}$ (terletak di atas) daripada $\ce{H}$, dikarenakan Mr $\ce{CH_3}$ lebih besar.

Ketiga. Tentukan letak prioritas tersebut saling bersebelahan atau saling bersebrangan

Pada gambar di atas dapat kita ketahui bahwa letak prioritas saling bersebrangan. Dengan demikian struktur di atas adalah isomer trans

Berikut adalah gambarannya :

Contoh Soal.

Tentukan isomer posisi dari $1$-pentena!
Gambar di bawah merupakan rumus struktur dari $1$-pentena
Berikut ini adalah isomer posisinya :

Keteranganikatan rangkap yang berada di posisi $\ce{C}$ nomor $1$ berpindah ke $\ce{C}$ nomor $2$, sehingga merupakan isomer posisi.

Tentukan isomer rangka dari $1$-pentena !
Gambar di bawah merupakan rumus struktur dari $1$-pentena
Berikut ini adalah isomer rangkanya :

Keterangan : gugus metil yang berada di pojok kanan berubah menjadi cabang metil yang berikatan dengan atom $\ce{C}$ nomor $3$. Sedangkan posisi ikatan rangkapnya tetap pada $\ce{C}$ nomor $1$.

Tentukan isomer struktur dan rangka dari $1$-heksena !
Gambar di bawahmerupakan rumus struktur dari $1$-heksena.

Berikut ini adalah isomer struktur dan isomer rangkanya :

KeteranganKarena yang diminta adalah isomer posisi dan rangka, maka posisi dan rangka dari senyawa $1$-heksena harus berbeda. Artinya akan ada pergeseran (perpindahan) ikatan rangkap dan perpindahan sebagian gugus carbon (dalam permasalahan kali ini perpundahan metil). Maka ikatan rangkap yang semula ada di nomor satu akan berpindah ke nomor $2$, dan metil yang berada di pojok kanan akan berpindah menjadi cabang di atom $\ce{C}$ nomor $4$.

Termasuk isomer apakah senyawa hidrokarbon di bawah ini?
(a).

(b).

(c).
(a). Merupakan isomer trans dikarenakan jika kita membagi ikatan rangkap ditengah menjadi dua bagian, akan terlihat bahwa :
Pada sisi kiri, dapat kita ketahui bahwa $\ce{C_2H_5}$ (terletak di atas) lebih prioritas dibandingkan $\ce{H}$, dikarenakan Mr nya lebih besar $\ce{C_2H_5}$. Sedangkan pada sisi kanan, dapat diketahui pula bahwa $\ce{C_2H_5}$ (terletak di bawah) lebih prioritas daripada $\ce{C_H_3}$ dikarenakan Mr nya lebih besar $\ce{C_2H_5}$. Karena letaknya bersebrangan, maka dapat kita simpulkan bahwa struktur tersebut merupakan isomer trans. 
(b). Merupakan isomer trans dikarenakan jika kita membagi ikatan rangkap ditengah menjadi dua bagian, akan terlihat bahwa :
Pada sisi kiri, dapat kita ketahui bahwa $\ce{C_2H_5}$ (terletak di atas) lebih prioritas dibandingkan $\ce{H}$, dikarenakan Mr nya lebih besar $\ce{C_2H_5}$. Sedangkan pada sisi kanan, dapat diketahui pula bahwa $\ce{CH_3}$ (terletak di bawah) lebih prioritas daripada H dikarenakan Mr nya lebih besar $\ce{CH_3}$. Karena letaknya bersebrangan, maka dapat kita simpulkan bahwa struktur tersebut merupakan isomer trans. 
(c). Merupakan isomer cis dikarenakan jika kita membagi ikatan rangkap ditengah menjadi dua bagian, akan terlihat bahwa :
Pada sisi kiri, dapat kita ketahui bahwa $\ce{CH_3}$ (terletak di bawah) lebih prioritas dibandingkan $\ce{H}$, dikarenakan Mr nya lebih besar $\ce{CH_3}$. Sedangkan pada sisi kanan, dapat diketahui pula bahwa $\ce{CH_3}$ (terletak di bawah) lebih prioritas daripada $\ce{H}$ dikarenakan Mr nya lebih besar $\ce{CH_3}$. Karena letaknya bersebelahan, maka dapat kita simpulkan bahwa struktur tersebut merupakan isomer cis.


3. Sifat-Sifat Alkena

3.1. Sifat Fisis

  1. Alkena tidak larut dalam air

  2. Pada suhu kamar, tiga suku pertama alkena ($\ce{C_2 \bond{-} C_4}$) berwujud gas, $\ce{C_5 \bond{-} C_{17}}$ berwujud cair, sedangkan alkena dengan jumlah atom $\ce{C} > 17$ berwujud padat.

  3. Makin besar massa molekul relatif (Mr) alkena, titik didih dan titik lelehnya makin tinggi.

3.2. Sifat Kimia

  1. Alkena lebih reaktif daripada alkana

  2. Saat dibakar sempurna alkena menghasilkan gas $\ce{CO_2}$ dan $\ce{H_2O}$

  3. Alkena mengalami reaksi polimerisasi yaitu pemecahan rantai ikatan rangkap menjadi ikatan tunggal membentuk molekul-molekul raksasa dengan rantai karbon yang panjang. Hasil polimerisasi ini disebut polimer. Senyawa alkena yang merupakan hasil polimerisasi disebut monomer.

  4. Dapat dioksidasi dengan $\ce{KMnO_4}$ menghasilkan senyawa glikol.

\[\ce{3CH_2 \bond{=} CH_2 + 2KMnO_4 + 4H_2O \to 3CH_2OH \bond{-} CH_2OH + 2MnO_2 + 2KOH}\]


4. Pembuatan Alkena

4.1. Reaksi Eliminasi

Reaksi eliminasi dalah  reaksi  penghilangan  dua  atom  yang  terikat  pada  dua  atom  $\ce{C}$ yang berdekatan. Contoh: \[\ce{CH_3 \bond{-} CH_2 \bond{-} CH_3 \to CH_3 \bond{-} CH CH_2}\]

4.2. Reaksi Dehidrasi

Reaksi dehidrasi adalah  reaksi  pembentukan  alkena dengan  disertai  lepasnya  molekul air. Apabila alkohol dipanaskan bersama-sama $\ce{H_2SO_4}$ pekat pada suhu $170^\circ\ce{C}$ sampai $180^\circ\ce{C}$, maka akan terbentuk alkena dan air. Contoh: \[\ce{CH_3 \bond{-} CH_2OH \to CH_2 \bond{=} CH_2 + H_2O}\]

4.3. Reaksi Dehidrogenasi

Reaksi dehidrogenasi dalah  reaksi  pembentukan  alkena  disertai  terlepasnya  hidrogen dengan bantuan katalis $\ce{Cr_2O_3}$ atau $\ce{Al_2O_3}$ pada $500^\circ\ce{C}$. Contoh: \[\ce{CH_3 \bond{-} CH_2 \bond{-} CH_3 \to CH_3\bond{-} CH}\]

4.4. Reaksi Dehalogenasi

Reaksi dehalogenasi adalah reaksi  pembentukan  alkena  disertai  terlepasnya  gas  hidrogen. Jika haloalkana direaksikan dengan logam seng dalam pelarut aseton, maka terbentuk alkena dan senghalida. Contoh: \[\ce{CH\bond{-}CHCl\bond{-}CH_2Cl + Zn \to CH_3\bond{-} CH \bond{=} CH_2 + ZnCl_2}\]


Demikianlah pembahasan mengenai senyawa alkena. Sangat seru dan mudah bukan? Tentu saja! Hehehe. Kalo Sobat Nimu ada pertanyaan, langsung saja komen di bawah, Ya!. insyaAllah nanti Nimu bakal balas kok! 😁😁

᷉XOXO


Nimba Ilmu
Tempat Belajar Bersama Paling Asyik

Postingan Terkait

Posting Komentar