0XVOkzIOMuVO2ISulfVeSoRy4XR0Z5HcQhXOZ6RK

Ruang Lingkup, Metode Ilmiah, dan Keselamatan Kerja di Laboratium

 

Halo sobat nimu! Siapa nih yang belum kenal fisika? Pasti kalau denger kata fisika bawaannya nethink mulu…

Eh.. fisika itu yang ngitung-ngitung itu kan? Fisika itu yang banyak rumusnya kan? Duh capek ngafalin. Fisika itu yang susah banget itu kan? Yang benda jatuh aja dihitung energinya berapa. Gak guna banget. dan fisika itu bla bla bla bla bla . . . 

Berdasarkan pengalaman aku, fisika adalah mata pelajaran di SMA yang paling banyak dibenci dan soalnya terkenal susah dibanding matematika. Nah, disini menjadi tantangan buat aku untuk membuat fisika menjadi pelajaran yang seru dan menyenangkan. Sesuai dengan peribahasa “Tak kenal maka tak sayang”.  Oleh karena itu, yuk kita kenalan dulu sama fisika biar kita bisa sayang sama ilmu ini dan belajar pun menjadi sangat menyenangkan. Sehingga tidak ada lagi tuh, kata-kata kalau fisika itu susah.


A. Fisika dan Ruang Lingkupnya

Fisika adalah cabang dari sains yang memelajari tentang materi dan energi serta interaksi keduanya. Fisika ini sangat erat dengan kehidupan sehari-hari kita, dimulai dari jam beker yang biasanya kita pakai untuk bangun tidur, benda ini memanfaatkan getaran yang bisa menghasilkan energi bunyi sehingga kita bisa terbangun. Sampai dengan benda yang sangat erat dengan kehidupan kita yaitu HP, yang memanfaatkan gelombang elegtromagnetik untuk mengirimkan pesan. (*jadi yang bilang belajar fisika itu gak guna kalian salah banget ya..).

Sebagai cabang dari sains, hakikat fisika sama dengan hakikat sains. Itu artinya, inti atau dasar dari fisika adalah:

1. Fisika Sebagai Produk (a body of knowledge)

Disini artinya, fisika adalah kumpulan pengetahuan yang dapat berupa fakta, konsep, prinsip, hukum, rumus, teori, dan model. Dalam hal ini, fisika mempunyai objek yang dikaji nyata dan dikembangkan berdasarkan eksperimen.

2. Fisika Sebagai Sikap (a way of thinking)

Setiap langkah dalam proses tersebut membutuhkan sikap ilmiah yang baik, yaitu rasa ingin tahu, rasa percaya, kreatif, teliti, objektif, jujur, terbuka, mau bekerja sama, dan mau mendengarkan pendapat orang lain.

3. Fisika Sebagai Proses (a way of investigating)

Semua jenis produk yang dihasilkan di fisika (teori, hukum, rumus, dsb), dihasilkan setelah memelajari gejala alam yang melibatkan materi, energi, dan interaksinya melalui serangkaian proses. Nah, proses inilah yang disebut sebagai metode ilmiah.

Jadi intinya, fisika terdiri atas produk yang dihasilkan melalui metode ilmiah yang dalam prosesnya ini membutuhkan sikap ilmiah yang baik. Seperti kejujuran, rasa ingin tahu, terbuka, objektif, dan tidak menang sendiri. Wah.. keren gak sih, belajar fisika aja ada pelajaran kehidupannya juga wkwk. Belajar sains ini juga membuat kita tidak mudah tertipu hoax lho, karena disini kita belajar untuk mempertanyakan dan mencari tahu apakah informasi tersebut benar adanya dan berusaha bersifat seobjektif mungkin. 


B. Metode Ilmiah

Seperti yang kita tahu, dalam menciptakan sebuah produk sains diperlukan metode ilmiah dalam melakukannya. Nah, metode ilmiah sendiri adalah langkah kerja yang dilakukan oleh para peneliti dalam menjawab masalah yang ada. Langkah-langkah ilmiah ini dilakukan secara sistematis dan berturut. Di bawah ini adalah kriteria metode ilmiah:

Adapun tahap-tahap dalam alur berpikir metode ilmiah ini adalah sebagai berikut:

1. Melakukan Pengamatan atau Observasi

Sebelum melakukan metode ilmiah, terlebih dahulu kita amati sekitar untuk mencari masalah yang akan dibahas. Cara termudah mencari masalah adalah dengan mengamati sekitar dan melihat hal apa yang penting tetapi belum ditemukan penyelesaiannya.

2. Membuat Rumusan Masalah

Merumuskan masalah ini dilakukan dengan membuat daftar pertanyaan hal apa yang ingin kita cari tahu. Seperti mengapa hal itu bisa terjadi? Bagaimana hubungannya? Dan sebagainya.

3. Mengumpulkan Data atau Masalah

Setelah kita merumuskan masalah, kita cari data dan informasi yang terkait dengan objek yang kita teliti. Informasi atau data ini bisa berasal dari buku, literatur, atau informasi dari internet yang mendukung teori dalam penelitian.

4. Membuat Hipotesis

Dengan mengumpulkan data atau informasi tersebut, kita bisa membuat hipotesis atau dugaan sementara tentang masalah yang kita selidiki. Ini bertujuan untuk membantu jalan pikiran sesuai dengan arah tujuan yang dicapai. Membuat hipotesis bukan berarti kita nantinya akan kekeuh dengan jawaban yang kita yakini dan tidak mau melihat hasil uji coba hipotesis yang ternyata salah. Menjadi seorang peneliti, harus berani untuk menerima kebenaran dan jujur dengan hasil yang ada. 

5. Melakukan Percobaan atau Eksperimen

Percobaan atau eksperimen dilakukan untuk menguji hipotesis yang kita buat. Percobaan ini biasanya dilakukan berulang kali untuk mendapatkan hasil yang akurat. Dan tentunya ada variabel atau hal-hal yang harus diperhatikan saat melakukan percobaan, yang meliputi: 

  • Variabel bebas, yaitu variabel yang dapat diubah bebas oleh peneliti.
  • Variabel terikat, yaitu variabel yang diteliti dan perubahannya ini bergantung pada variabel bebas.
  • Variabel kontrol, yaitu variabel yang dipertahanakan atau diatur sehingga tidak berubah. Artinya, tetap.


C. Keselamatan Kerja di Laboratorium

Keselamatan kerja di laboratorium sangat penting bagi semua pihak. Keselamatan kerja di laboratorium menyangkut semua unsur yang terkait subjek (praktikan) ataupun objek (peralatan dan ruang pratikum). Hal ini bertujuan agar menjamin keselamatan semua pihak yang berada di laboratium, menjaga barang di laboratorium agar aman dan terlindungi, serta memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan.

Nah, berikut adalah hal yang harus disiapkan atau diperhatikan agar terjaminnya keselamatan di laboratorium. 

1. Alat Keselamatan Kerja

Kalau sedang melakukan pratikum di laboratorium, apalagi yang berkaitan dengan bahan-bahan berbahaya. Sobat nimu wajib banget nih, pakai alat keselamatan kerja. Dibawah ini aku beri contoh alat-alat beserta fungsinya yang wajib ada ketika melakukan pratikum. (*bagi yang menggunakan handphone, disarankan untuk membacanya secara landscape ya hehe)

Gambar Nama Fungsi
Jas Laboratorium Jas lab berfungsi untuk melindungi tubuh dari percikan cairan kimia sehingga dapat 
meminimalisir cairan ini mengenai pakaian bahkan tubuh
Sarung tangan tahan panas Untuk melindungi tangan dari bahan kimia berbahaya tentunya bersifat lebih elastis, tipis, ketat, dan tidak tembus.
Kacamata pelindung Dapat melindungi mata dari debu dan percikan bahan kimia cair.
Masker Berfungsi untuk menghindari terhirupnya bahan kimia beracun di udara.
Kain lap tahan panas dan tidak mudah terbakar Untuk membersihkan cairan tumpah dengan permukaan
luas. Bahan ini akan mudah dan cepat menyerap cairan yang tumpah.
P3K Sebagai pertolongan pertama apabila terjadi kecelakaan
di laboratorium.
Alat pemadam api ringan Untuk memadamkan api apabila terjadi kecelakaan yang menyebabkan timbulnya kebakaran.

2. Aturan Keselamatan Kerja

Selain alat keselaman kerja, ada juga nih, aturan yang harus kita patuhi ketika kita sedang melakukan pratikum atau bekerja di laboratorium, yaitu:

  1. Baca setiap petunjuk kegiatan eksperimen dengan cermat.

  2. Tidak melakukan kegiatan tanpa seizin pengawas atau guru.

  3. Jangan makan di dalam laboratorirum.

  4. Cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan eksperimen.

  5. Jaga tangan selalu kering untuk terhindar dari sengatan listrik akibat bersentuhan dengan saklar listrik, stop kontak, atau kawat listrik.

  6. Jangan mengarahkan mulut tabung yang dipanaskan ke arah kita atau orang lain. Arahkan pada dinding atau tempat kosong.

  7. Ikat rambut apabila panjang.

  8. Jangan membuat zat kimia sembarangan.

  9. Bersihkan area kerja setelah eksperimen.

  10. Senantiasa berhati-hati dan patuhi instruksi guru atau pengawas.

3. Lambang-Lambang Berbahaya

Ketika kita sedang bekerja di laboratorium, akan ada banyak banget bahan kimia dan berbagai peralatan di sana. Ada yang bersifat toxic, mudah terbakar, korosif, dan pastinya sangat berbahaya apabila kita tidak berhati-hati. Oleh karena itu, ada lambang di setiap bahan kimia dan peralatan tertentu yang menandakan sifat dari benda tersebut.

Disini, aku bakal bagiin lambang-lambang yang umum untuk memperingatkan kita ketika bekerja di laboratorium. (*bagi yang menggunakan handphone, disarankan untuk membacanya secara landscape ya hehe)

Lambang Sifat Bahan Contoh
Mudah terbakar ($F$ = Flammable)
Hindarkan bahan ini dari kontak atau nyala api yang panas.
Bensin, alkohol, dan kerosin
Mudah meledak ($E$ = Explosife)
Hindarkan bahan ini dari benturan, tabrakan, guncangan, api, atau panas.
Campuran hidrogen dan oksigen, serta ammonium nitrat
Oksidator ($O$ = Oksidizing)
Hindarkan bahan ini dari kontak api menyala
Natrium perosida dan kalium perklorat
Bahan beracun ($T$ = toxic )
Hindarkan bahan ini dari kontak langsung dengan tubuh, jangan sampai terhirup, tertelan, atau terserap tubuh.
Raksa, arsen, klorin, timbal, methanol sianida.
Bahan berbahaya ($H$ = harmfull)
Hindarkan bahan ini dari kontak langsung dengan tubuh, karena dapat mengiritasi kulit, tenggorokan, mata, dan hidung. Jangan menghirup uap bahan ini.
Pridin, kloroform, fenol, dan uap bromin.
Bahan Radioaktif ($R$ = radioactive)
Bahan ini memancarkan radiasi yang sangat berbahaya. Bahkan harus disimpan dalam wadah timbal.
Uranium, plutonium, dan karbon radioaktif.
Bahan berkarat ($C$ = corrosive)
Hindarkan bahan ini dari kontak langsung dengan tubuh, karena dapat membunuh jaringan hidup, seperti kulit dan mata.
Kalium hidroksida, asam sulfat, dan asam klorida.

D. Contoh Soal

Untuk memantapkan pemahaman kita mengenai materi ini, yuk kita latihan mengerjakan soal.

Contoh 1.

Sebagai cabang dari sains, hakikat ilmu fisika adalah . . . .
A. Proses, produk, dan pengetahuan
B. Produk, pengamatan, dan sikap
C. Pengetahuan, proses, dan produk
D. Proses, produk, dan sikap
E. Sikap, pengetahuan, dan produk
Pembahasan.
Fisika sebagai cabang dari sains memiliki hakikat yang sama dengan sains, yaitu:
  1. Fisika sebagai produk (a body of knowledge)
  2. Fisika sebagai sikap (a way of thinking)
  3. Fisika sebagai proses (a way of investigating)

Jadi, jawaban yang benar adalah D. Proses, produk, dan sikap.

Contoh 2.

Berikut langkah-langkah dalam melakukan penelitian.
  1. Menarik kesimpulan
  2. Membuat hipotesis
  3. Melakukan observasi
  4. Merumuskan masalah
  5. Menganalisis data
  6. Melakukan eksperimen
  7. Mengumpulkan data
Berdasarkan langkah-langkah tersebut, urutan yang tepat dalam metode ilmiah adalah . . . .
A. 2-3-4-5-6-7-1
B. 3-4-5-2-7-6-1
C. 3-4-7-2-6-5-1
D. 4-5-6-2-3-7-1
E. 4-5-6-2-3-7-1
Pembahasan.
Dalam melakukan penelitian, langkah-langkah yang harus diperhatikan yaitu

  1. Melakukan observasi
  2. Merumuskan masalah
  3. Mengumpulkan data
  4. Membuat hipotesis
  5. Melakukan eksperimen
  6. Menganalisis data
  7. Menarik kesimpulan
Sehingga jawaban yang tepat untuk soal di atas adalah C. 3-4-7-2-6-5-1.

Peralatan yang tidak perlu kita gunakan saat akan bekerja dengan bahan-bahan kimia adalah . . . .
A. Kacamata pelindung
B. Sarung tangan tahan panas
C. Topi pelindung
D. Jas laboratorium
E. Masker

Pembahasan.

Saat sedang bekerja dengan bahan-bahan kimia, maka alat keselamatan kerja sangat mutlak diperlukan. Dari pilihan di atas, kacamata pelindung berguna untuk melindungi mata agar tidak terkena bahan kimia, sarung tangan untuk melindungi tangan, jas untuk melindungi dari cipratan bahan kimia, dan masker untuk melindungi supaya tidak terlalu menghirup bahan kimia berbahaya. Sedangkan topi pelindung, tidak perlu kita gunakan. Sehingga jawaban yang tepat adalah C. Topi pelindung.

Bagaimana sobat nimu? Sekarang udah pada kenal kan sama yang namanya fisika dan bagaimana cara kerjanya di laboratorium kan? Udah pada cinta belum nih sama fisika? Biar tambah paham sama materi yang sudah dijelaskan, nih aku bagiin soal yang bisa kalian kerjakan. Kalian dapat mendownloadnya dengan menekan tombol berikut.


Kalau ingin ada yang didiskusikan barangkali mau curhat tentang fisika *ehe, silakan tulis komentar di bawah ya.. Aku akan seneng banget buat balesin komentar kalian. Dan sampai jumpa di materi-materi berikutnya ya.. Sebelum aku tutup nih, aku beri kalian quotes dari fisikawan terkenal yang namanya sering ada di buku fisika. 

"Learn from yesterday, live for today, hope for tomorrow. The important thing is not to stop questioning."
Albert Einstein

So, terus bertanya tentang segala hal yang terjadi, baik di alam, di sekitar kita, atau manusia, karena disanalah letak kepuasaan ketika kita bisa menjawabnya. Semoga kita semua bisa jadi ilmuwan sejati yang terus mempertanyakan hakikat alam semesta dan mencoba untuk membuat kehidupan lebih baik bagi semua orang. Goodluck dan terimakasih sobat nimu…

Nimba Ilmu
Tempat Belajar Bersama Paling Asyik

Postingan Terkait

4 komentar

Berkomentarlah dengan sopan dan santun ya :D Jika ingin mendapatkan notifikasi bahwa komentarmu telah dibalas, silahkan tekan kotak "Beri tahu saya".