0XVOkzIOMuVO2ISulfVeSoRy4XR0Z5HcQhXOZ6RK

Pengenalan Hidrokarbon dan Minyak Bumi

Hai, Sobat Nimu!

Selamat ya, sekarang udah masuk ke kelas 11 nih! Semoga kalian makin rajin belajar sama Nimu, Ya.

Di Bab pertama ini, kita bakalan belajar tentang hidrokarbon dan minyak bumi. Nah, pasti kalian udah sering denger kan sama yang namanya minyak bumi? Iya bener, minyak bumi adalah sumber daya alam yang diolah dan kita pakai untuk bahan bakar kendaraan bermotor, aspal, dan lain lain.

Apa itu senyawa Hidrokarbon? Bagaimana tata nama senyawa Hidrokarbon? Apa manfaatnya bagi kehidupan kita? Nah yuk langsung aja kita belajar bareng!


Pengertian

Pengertian
Senyawa hidrokarbon adalah senyawa karbon yang hanya tersusun dari atom hidrogen dan atom karbon

Senyawa hidrokarbon merupakan senyawa karbon yang paling sederhana. Dalam kehidupan sehari-hari banyak kita temui senyawa hidrokarbon misalnya minyak tanah, bensin, gas alam, plastik dan lain-lain.

Senyawa karbon disebut senyawa organik karena dahulu orang menganggap bahwa senyawa karbon hanya dapat dibuat dalam tubuh organisme hidup.

Tetapi, sejak Fredrick Wohler ($1828$) mensintesis urea dengan cara memanaskan senyawa anorganik Amonium Sianat menjadi Ureum yaitu senyawa organik yang terdapat pada urine manusia/hewan mamalia, maka istilah senyawa organik jarang digunakan. Sebagai gantinya adalah istilah senyawa karbon.


Sumber-Sumber Senyawa Hidrokarbon

1. Tumbuhan dan Hewan

Tumbuhan dan hewan berperan dalam pembentukan senyawa karbon. Misalnya kabohidrat, lemak, protein, dan berbagai senyawa lainnya.

2. Batu Bara

Batu bara adalah salah satu bahan bakar fosil. Pengertian umumnya adalah batuan sedimen yang dapat terbakar, terbentuk dari endapan organik, utamanya adalah sisa-sisa tumbuhan dan terbentuk melalui proses pembatubaraan. Unsur-unsur utamanya terdiri dari karbon, hidrogen dan oksigen. 

3. Minyak dan Gas Alam

Minyak dan gas bumi merupakan sumber daya alam yang disimpan di bawah permukaan bumi. Ada yang berbentuk cair ada pula yang berbentuk gas. Minyak bumi dan gas terdapat di dalam pori-pori batuan pada suatu kolam di perut bumi.

Kekhasan Atom Karbon Dalam Membentuk Senyawa Hidrokarbon

1. Atom Karbon Memiliki 4 Elektron Valensi

Sesuai dengan nomor golongannya ($\mathrm{IVA}$), atom karbon mempunyai $4$ elektron valensi. Oleh karena itu, untuk mencapai konfigurasi oktet maka atom karbon mempunyai kemampuan membentuk $4$ ikatan kovalen yang relatif kuat. Tidak ada unsur dari golongan lain yang dapat membentuk ikatan kovalen sebanyak $4$ buah dengan aturan oktet.

2. Atom Karbon Relatif Kecil

Ditinjau dari konfigurasi elektronnya, dapat diketahui bahwa atom karbon terletak pada periode $2$ [Lihat Tabel Sistem Periodik Unsur Kimia], yang berarti atom ini mempunyai $2$ kulit atom, sehingga jari-jari atomnya relatif kecil. Hal ini menyebabkan ikatan kovalen yang dibentuk relatif kuat dan dapat membentuk ikatan kovalen rangkap.

3. Atom Karbon Dapat Membentuk Rantai Karbon

Atom karbon dapat membentuk rantai karbon yang sangat panjang dengan ikatan kovalen, baik ikatan kovalen tunggal ($\ce{C \;– \;C}$) atau jenuh dan ikatan kovalen rangkap (tidak jenuh), yaitu ikatan rangkap dua ($\ce{C \;=\; C}$) dan rangkap tiga ($\ce{C \;#\; C}$). Selain itu dapat pula membentuk rantai lingkar (siklik).

4. Atom Karbon Dapat Membentuk Senyawa Yang Stabil

Kestabilan pada rantai karbon disebabkan karena semua elektron terluar atom karbon digunakan ketika membentuk ikatan kovalen dengan atom karbon lain. Sehingga pembentukan oktetnya sangat sempurna tanpa ada elektron bebas. Selain itu, elektron terluar atom karbon juga cukup dekat dengan inti atom. Sehingga gaya tarik inti terhadap elektron cukup kuat untuk membuat ikatan karbon tidak mudah putus.


Posisi Atom Karbon

Berdasarkan jumlah atom lain yang terikat pada atom karbon induk, posisi atom karbon dibedakan menjadi empat, yaitu :

1. Atom C Primer ($1^\circ$) : Atom $\ce{C}$ yang mengikat langsung satu atom $\ce{C}$ yang lain.

2. Atom C Sekunder ($2^\circ$) : Atom $\ce{C}$ yang mengikat langsung dua atom $\ce{C}$ lainnya.
3. Atom C Tersier ($3^\circ$) : Atom $\ce{C}$ yang mengikat langsung tiga atom $\ce{C}$ lainnya.

4. Atom C Kuartener ($4^\circ$) : Atom $\ce{C}$ yang mengikat langsung empat atom $\ce{C}$ lainnya. 

Latihan Soal

Tentukan nomor berapa saja yang tergolong atom $\ce{C}$ primer, sekunder, tersier, dan kuartener!

Atom $\ce{C}$ primer mengikat satu atom $\ce{C}$ lainnya. Sehingga atom $\ce{C}$ primer ditunjukkan pada nomor $1$, $4$, $5$, $9$, $11$, dan $12$.
Atom $\ce{C}$ sekunder mengikat dua atom $\ce{C}$ lainnya. Sehingga atom $\ce{C}$ sekunder ditunjukkan pada nomor $2$, $6$, dan $8$.
Atom $\ce{C}$ tersier mengikat tiga atom $\ce{C}$ lainnya. Sehingga atom $\ce{C}$ tersier ditunjukkan pada nomor $3$ dan $7$.
Atom $\ce{C}$ kuartener mengikat empat atom $\ce{C}$ lainnya. Sehingga atom $\ce{C}$ kuartener ditunjukkan pada nomor $10$.

Penggolongan Senyawa Hidrokarbon

1. Berdasarkan Jenis Ikatan

Berdasarkan jenis ikatan yang terdapat dalam senyawa hidrokarbon, senyawa hidrokarbon dikelompokan menjadi dua golongan, yaitu hidrokarbon jenuh dan hidrokarbon tak jenuh.

(1a). Hidrokarbon Jenuh

Hidrokarbon jenuh adalah senyawa hidrokarbon yang memiliki ikatan tunggal. Senyawa yang termasuk hidrokarbon jenuh adalah alkana. Perhatikan contoh berikut.


(1b) Hidrokarbon Tak Jenuh

Hidrokarbon tidak jenuh adalah senyawa hidrokarbon yang memiliki ikatan rangkap, baik rangkap dua, maupun rangkap tiga. Dikatakan tidak jenuh karena ikatan rangkap masih dapat mengalami pemutusan. Senyawa hidrokarbon ini meliputi alkena (berikatan rangkap dua) dan alkuna (berikatan rangkap tiga).

2. Berdasarkan Bentuk Rantai Karbon

Berdasarkan bentuk rantai karbon, senyawa hidrokarbon dikelompokkan menjadi tiga yaitu hidrokarbon alifatik, siklik, dan aromatik.

(2a). Hidrokarbon Alifatik

Hidrokarbon alifatik Senyawa hidrokarbon yang membentuk rantai ikatan karbon terbuka. Ikatan yang dibentuk dapat berupa ikatan tunggal (jenuh) ataupun ikatan rangkap (tak jenuh).

(2b). Hidrokarbon Siklik

Dari namanya, terdapat kata siklik yang artinya melingkar. Kamu tepat sekali menebak bahwa senyawa karbon yang terbentuk kali ini melingkar. Ikatan yang terjadi adalah ikatan tertutup. Hidrokarbon siklik yang berikatan tunggal disebut hidrokarbon alisiklik. Hidrokarbon siklik dibedakan menjadi dua yaitu homosiklik dan heterosiklik. Homosiklik merupakan senyawa hidrokarbon tertutup yang hanya tersusun dari atom karbon ($\ce{C}$) dan atom Hidrogen ($\ce{H}$). Adapun heterosiklik merupakan senyawa hidrokarbon tertutup yang salah satu atau lebih atom $\ce{C}$ atau $\ce{H}$ digantikan oleh atom lain, seperti $\ce{S}, \ce{O}, \ce{N}$, atau unsur golongan Halogen.


3b. Hidrokarbon Aromatik

Berdasarkan ikatannya, aromatik juga berbentuk melingkar. Hanya saja kalau diperhatikan lebih seksama kamu akan melihat adanya ikatan tunggal dan rangkap saling berselang-seling.

Ikatan yang demikian disebut ikatan konjugasi. Sesuai dengan sebutannya, aromatik, senyawa ini menghasilkan bau khas.

Latihan Soal

Berdasarkan bentuk rantai karbon, tergolong apakah senyawa berikut ini?
Senyawa tersebut merupakan hidrokarbon tertutup. Artinya, senyawa tersebut hidrokarbon siklik. Karena hanya terdiri dari atom terdiri dari atom $\ce{C}$ dan atom $\ce{H}$, artinya senyawa tersebut tergolong homosiklik. Hidrokarbon tersebut juga berikatan tunggal, sehingga juga disebut hidrokarbon alisiklik.
Berdasarkan bentuk rantai karbon, tergolong apakah senyawa berikut ini?
Hidrokarbon tersebut membentuk rantai ikatan karbon terbuka. Artinya, senyawa tersebut tegolong hidrokarbon alifatik. Karena semuanya berupa ikatan tunggal, maka ikatan yang dibentuk adalah ikatan tunggal (jenuh).
Berdasarkan bentuk rantai karbon, tergolong apakah senyawa berikut ini?
Perhatikan bahwa senyawa tersebut melihat adanya ikatan tunggal dan rangkap secara berselang-seling. Artinya, senyawa tersebut tergolong hidrokarbon aromatik.
Berdasarkan bentuk rantai karbon, tergolong apakah senyawa berikut ini?
Senyawa tersebut merupakan hidrokarbon tertutup. Artinya, senyawa tersebut hidrokarbon siklik. Karena terdapat atom lain, yaitu $\ce{Br}$ dan $\ce{OH}$. Sehingga senyawa tersebut tergolong heterosiklik.

Yaa, sekian dulu untuk materi hidrokarbon kali ini, next kita akan lanjut belajar bareng tentang Alkana, Alkena Alkuna, dan masih banyak lagi loh, Sobat Nimu!

Eiits, jangan lupa buat kerjain latihan soal yang udah Nimu buat di akhir bab ini nanti ya!

kalo ada pertanyaan langsung tulis di komentar aja, nanti insyaAllah Nimu bakal jawab hehehe 😁😁

~xoxo

Nimba Ilmu
Tempat Belajar Bersama Paling Asyik

Postingan Terkait

Posting Komentar